Monday, April 21, 2014

Tips Jitu Keuangan UKM

Keuangan

                                        
Masalah keuangan kerap kali menjadi masalah besar para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Berbisnis tak hanya persoalan mendapatkan uang saja, namun juga mengendalikan dan membelanjakannya. Banyak pengusaha merasa omset yang mereka raih cukup besar, namun keuntungan tetap saja tak tersisa di kas usaha. Hal ini karena mereka belum bisa mengatur keuangan dengan baik.
Mengatur keuangan suatu hal penting yang harus kita kuasai, terlebih lagi jika penghasilan cukup besar. Cobalah untuk memulainya secara bertahap, konsisten dan fokus niscaya kondisi keuangan Anda akan mengalami kemajuan. Berikut ini ada beberapa tahap mengelola keuangan, di antaranya :
Fokus dan spesifik.
Bagi Anda yang baru memulai menjalankan UKM, Anda perlu belajar tahap demi tahap pengelolaan keuangan. Banyak hal yang menjadi perhatian kita dalam mengelolanya seperti masalah hutang, asuransi, investasi, warisan dan lain-lain. Sebaiknya Anda perlu pelajari dan memilih untuk fokus pada satu masalah yang lebih penting terlebih dahulu.
Contohnya, jika Anda belum memiliki tabungan maka Anda perlu fokus pada investasi. Atau Anda sedang membutuhkan asuransi kesehatan mengingat banyak pegawai yang bergantung hidup pada Anda. Apabila hal tersebut telah terselesaikan, barulah Anda pindah pada permasalahan berikutnya. Dengan memberikan perhatian pada satu fokus Anda akan menjadi lebih tenang dalam menjalankan bisnis.

Pisahkan uang pribadi dengan uang bisnis.
Permasalahan klasik dalam berbisnis adalah karena Anda tidak memperhatikan masalah pemisahan antara uang pribadi dengan uang hasil bisnis. Terkadang Anda berpikir bahwa usaha Anda masih terbilang kecil dan tidak berpengaruh jika kedua uang tersebut dicampuradukan. Hal ini justru sangat riskan, karena uang bisnis kemungkinan besar akan terpakai dalam urusan keuangan pribadi, begitu pun sebaliknya. Agar tak terjadi hal yang demikian, kelola uang Anda secara bijak dengan memisahkan antara uang pribadi dengan uang bisnis. Simpan uang-uang tersebut di dua tempat yang berbeda. Akan lebih aman jika Anda menyimpan uang tersebut di bank, tentu saja dengan membuka rekening baru khusus untuk dana bisnis Anda.

Hitung dan rencanakan penggunaan keuangan.
Menghitung keuntungan adalah aspek yang tak boleh terlewatkan bagi Anda para pelaku UKM. Penghitungan keuangan bisa dilakukan sesaat sebelum Anda menutup toko. Ketahuilah biaya-biaya pelaksanaan usaha Anda seperti keuntungan perhari atau biaya penyusutan. Selain itu, Anda perlu memperhitungkan biaya yang akan dikeluarkan di hari-hari berikutnya seperti biaya pembayaran pajak dan bunga pinjaman. Rencana keuangan sangat penting untuk diperhatikan. Seberapa banyak pun modal Anda, namun jika Anda sembrono dalam menggunakan uang tersebut maka akan selalu merasa kurang. Hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam hal ini adalah perhitungan untung dan rugi. Jangan lupa untuk merencanakan pengeluaran sesuai dengan target penjualan serta penerimaan kas.

Manfaatkan Aplikasi khusus keuangan, misal Beeaccounting.
Anda tak mungkin dapat terus mengingat berapa banyak keuntungan Anda atau berapa banyak pengeluaran perusahaan anda. Oleh karena itu, pembukuan yg berbasis komputer memiliki andil besar dalam pengaturan keuangan Anda. Pemasukan, pengeluaran, biaya-biaya keuangan. Selain itu hutang piutang asset-aset tetap tercatat dengan detail dan lengkap.

Memonitori laju investasi.
Kebanyakan orang hanya melakukan top-up investasi tanpa rutin mengawasinya. Mereka menganggap tanpa diawasi, investasi mereka akan terus meningkat. Hal ini tidak selalu terjadi, tak jarang bentuk investasi hanya stagnan di satu titik dalam waktu yang cukup lama. Hal ini jelas tidak menguntungkan Anda. Oleh karenanya, lakukan pemonitoran setidaknya setahun sekali.

Segera lunasi hutang.
Peminjaman uang dengan tujuan untuk mengembangkan usaha memang masih dianggap wajar. Namun, siapapun tidak akan tenang apabila masih terganjal oleh hutang, terlebih lagi jika kondisi keuangan Anda sedang tidak stabil. Oleh karenanya, pikirkan matang-matang cara pelunasannya. Bagi yang belum pernah meminjam, berhutang adalah hal yang sah-sah saja tapi usahakan untuk mengurangi resiko berhutang.